Kisah Pengusaha Tahu Yang Sukses

Kisah-Pengusaha-Tahu-Yang-SuksesApakah anda seseorang yang ingin mempunyai usaha sendiri namun kurang termotivasi untuk memulai usaha anda? Mungkin kisah pengusaha tahu ini akan memberikan inspirasi bagi anda.

Seorang bapak yang bernama Acim Artasin (45 tahun) adalah seorang pengusaha tahu yang sukses, namun kesusksesan itu tidak didapatnya dengan cara yang mudah. Sebelum dia berhasil menjalankan bisnis tahu nya, Acim Artasin telah melalui berbagai hambatan dan tantangan dalam meniti bisnisnya.

Pada awalnya Acim menjalankan bisnis keluarganya yaitu berjualan tahu keliling di sekitar komplek perumahan. Setiap harinya Acim harus berjalan di bawah terik matahari untuk menjual dagangannya, dengan harapan bahwa dia akan mendapatkan penjualan yang nantinya akan membantu kehidupannya sehari-hari dan juga di masa yang akan datang. Keuntungan yang didapatkan dari penjualan tahu tersebut tidak terlalu besar yaitu kurang dari seratus ribu per hari, tapi baginya itu lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan juga ada sisa untuk ditabung untuk modal usaha yang lebih besar.

Ketekunan dan kesabaran yang luar biasa dari Acim Artasin yang selama 19 tahun berjualan tahu keliling tanpa menyerah ternyata ada hasilnya. Dengan modal yang telah dia kumpulkan selama ini, akhirnya Acim mampu membuka usahanya di pasar tradisional dan dia tidak perlu berjualan tahu berkeliling lagi. Walaupun bisnis tahunya sudah mulai berkembang, namun Acim tetap menabung dari setiap hasil penjualan yang dia dapatkan dengan harapan dia dapat mengembangkan bisnis tahunya menjadi lebih besar lagi.

Selama tiga tahun Acim berjualan tahu di pasar tradisional, akhirnya dia mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan bisnis tahu nya menjadi lebih besar. Pada saat itu seorang pengusaha pabrik tahu yang mengalami kebangkrutan menawarkan pabrik dan alat-alatnya kepada Acim.  Dengan tekad yang bulat, akhirnya dia memutuskan untuk membeli pabrik dan semua peralatannya dari pengusaha tersebut. Untuk membeli pabrik itu Acim harus meminjam uang dari Bank sebesar Rp 35 juta untuk menambah dana yang dia miliki.

Bisnis Acim berjalan dengan cukup bagus, dia juga merekrut beberapa tenaga kerja yang membantunya dalam menjalankan bisnisnya.  Keuntungan bersih yang dia dapatkan pada saat itu sebesar Rp 300.000,- per harinya. Dengan keyakinan dan tekad yang kuat Acim terus menjalankan bisnis tahunya dengan sebaik-baiknya dengan harapan suatu hari kehidupannya akan lebih baik lagi.

Karena kerja kerasnya itu, usaha tahu miliknya akhirnya semakin berkembang dari hari ke hari. Pabrik tahunya mampu memproduksi tahu sekitar 6 kuintal tahu per hari yang nantinya akan dipasarkan oleh rekanannya di pasar. Jika pada awal dia membeli pabrik keuntungannya hanya Rp 300.000,- per hari maka sekarang keuntungan yang dia dapatkan jauh lebih banyak dari itu, sayangnya Acim tidak bersedia memberitahu omzetnya tersebut, dia hanya menjelaskan bahwa omzetnya meningkat, dapat membayar cicilan ke Bank dan sisanya untuk ditabung.

Setiap bisnis pasti memiliki hambatan dan masalah sebelum sukses, begitu juga halnya dengan usaha tahu milik Acim. Pada saat itu pabrik tahu miliknya mengalami kebakaran yang membuat seluruh pabrik dan peralatan pembuat tahu miliknya habis terbakar. Diperkirakan kerugian Acim mencapai Rp 100 juta, angka yang cukup besar baginya.

Setelah insiden kebakaran itu, Acim kembali memulai bisnisnya lagi dari awal. Dia mengumpulkan modal dengan meminjam uang dari saudara-saudaranya, bahkan dia juga menggadaikan mobilnya untuk menambah modal. Acim tidak mau menyerah pada keadaan, setelah kebakaran itu dia justru memperbesar usaha tahunya.

Saat ini dia memiliki lahan pabrik tahu yang lebih luas yang bertujuan untuk memaksimalkan produksi tahunya. Selain memperluas pabriknya, Acim juga sudah melunasi hutang pinjamannya dan sudah menebus kembali mobil yang digadaikan. Kerja keras dan jiwa pantang menyerah yang dimiliki oleh Acim membuat dia menjadi seorang pebisnis yang sukses. Mudah-mudahan kisah pengusaha tahu yang sukses ini memberikan inspirasi bagi anda dalam menjalankan bisnis anda.

Tags: , ,

Category: Bisnis